Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hukum

POLISI GERAK CEPAT, PENISTA AGAMA DI MEDAN DITANGKAP

Gambar
Pemilik akun Facebook, Anthony Hutapea yang menghina Nabi Muhammad di media sosial berhasil ditangkap, Senin (17/4/2017). Keberhasilan ini membuat Polrestabes mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Kasus dan tersangka dipaparkan   di Halaman Mako Polrestabes Medan, dihadiri oleh Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Kapolrestabes Kombes. Pol. Sandi Nugroho, Dandim 0201 BS Kolonel Bambang Herqutanto, Kajari Medan Olopan Nainggolan, Ketua MUI Kota Medan Prof Moh Hatta, Kepala Kemenag Kota Medan Abdul Haris Harahap, Kordinator GAPAI Sumut Ustad Heriansyah. Kapolrestabes menyampaikan bahwa tersangka an. Anthony Hutapea dikenai Pasal 45 Ayat (2) UU Nomor. 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) atau Pasal 156 hirup (a), Kapolrestabes Medan menyampaikan kepada warga masyarakat dan rekan rekan media untuk mengawasi, mengawal sampai tuntas kasus ini di proses. Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin meminta seluruh umat Islam menahan diri. Terkait kasus dugaan penistaanagama yang dil...

TERUNGKAP! ANDI LALA JUGA PERNAH TERLIBAT PEMBUNUHAN TAHUN 2015, DIBANTU ISTRINYA

Gambar
Rekam jejak kejahatan Andi Lala terbongkar. Pria yang kerap membuat masalah ini ternyata pernah terlibat pembunuhan berencana dibantu istrinya. "Terungkap bahwa tersangka Andi Lala juga melakukan pembunuhan berencana 12 Juli 2015, saat itu bulan Ramadan," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel di Aula Mapolda Sumut, Senin (17/4). Saat itu Andi Lala menghabisi Suherwan alias Iwan Kakek di Lubuk Pakam, Deli Serdang. Dalam pembunuhan ini dia dibantu istrinya Reni Safitri (38) dan seorang temannya, Irvan. Andi Lala mengaku melakukan pembunuhan karena dendam setelah istrinya Reni Safitri selingkuh dengan korban. "Istri tersangka 7 kali digauli korban. Istrinya tidak mau dicerai akhirnya mereka merencanakan pembunuhan itu," imbuh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Nurfallah. Sebelum pembunuhan terjadi, Reni mengundang  Suherwan  ke rumahnya pada 12 Juli 2015 malam. Dia beralasan suaminya sedang ke Dairi. Setelah  Suherwan  sampai, Andi Lala membu...

POLISI NYAMAR JADI WANITA PAKAI DASTER, COPET TERKENAL BERHASIL DIRINGKUS

Gambar
Tak ingin sasaran yang telah lama diintai kabur, seorang polisi rela menyamar sebagai wanita dengan berpakaian daster. Beruntung, penyamaran berhasil meringkus pelaku copet yang kerap beraksi di Pasar 16 Ilir Palembang. Informasi dihimpun, sejumlah anggota Polsek Ilir Timur I Palembang, seorang di antaranya menyamar wanita, menyelidiki kasus copet yang kerap dilaporkan warga, Jumat (14/4). Saat berjalan di sekitar pasar, polisi menyamar itu justru nyaris menjadi korban. Benar saja, polisi langsung menangkap pelaku pria berinisial Y (29). Namun pelaku berusaha kabur sehingga anggota lain mendekat dan meringkus pelaku dan membawanya ke kantor polisi. Petugas juga sempat menodongkan pistol agar pelaku tak lagi berontak. Sontak, peristiwa itu membuat pedagang dan pengunjung pasar tradisional terbesar di Sumsel itu heboh. Warga juga sempat mengabadikan momen itu menggunakan handphone. Kapolsek Ilir Timur I Palembang, Kompol Rivanda membenarkan penangkapan pelaku copet. Menurut dia, pelaku t...

Bajak Lagu Kopi Dangdut, Tim Ahok - Djarot Dilaporkan ke Polisi

Gambar
Penyanyi dangdut Fahmi Shahab melaporkan tim pemenangan Cagub-Cawagub DKI nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat ke Polda Metro Jaya. Tim sukses (Timses) Ahok-Djarot dilaporkan atas tudingan pembajakan lagu berjudul 'Kopi Dangdut'.  Laporan itu diterima polisi dengan nomor LP/1864/IV/2017/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 14 April 2017. Timses Ahok-Djarot dituding melakukan pelanggaran sebagaimana Pasal 9 jo Pasal 113 UU No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Pengacara Fahmi, Johanes Simanjuntak mengatakan, lagu Kopi Dangdut milik kliennya dibajak dan diubah liriknya oleh timses Ahok-Djarot tanpa izin. Lagu tersebut sempat diputar di salah satu televisi swasta dan beberapa akun YouTube. "Hal ini tentu menimbulkan kerugian bagi klien kami, baik kerugian moril maupun kerugian materil," ujar Johanes di Mapolda Metro Jaya, Jumat (14/4/2017). Johanes menjelaskan, pihaknya sempat membuka ruang mediasi untuk menyelesaikan perkara ini. Namun, pihak ...

PELAKU PEMBUNUHAN SADIS DI MEDAN TERTANGKAP, MOTIFNYA TERNYATA...

Gambar
Pembunuhan tragis yang menewaskan sekeluarga, pihak kepolisian dari Polda Sumut, Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Medan Labuhan telah membentuk tiga tim untuk mengejar pelaku. Sehari pasca kejadian itu, tersiar isu salah satu pelaku telah diamankan. Dugaan pelaku adalah orang dekat korban yang berdomisili di Martubung. Mengingat pelaku diduga berjumlah dua orang, tim yang telah dibentuk memburu pelaku masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lagi. Dugaan pelaku yang telah diamankan dikabarkan tertangkap di kawasan Lubuk Pakam, Deliserdang. “Infonya satu pelaku sudah dapat, tapi satu lagi masih dikejar. Info yang kita terima pelaku sakit hati,” kata sumber terpercaya Metro-Online.co di kepolisian. Menanggapi hal itu, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Yemi Mandagi ditanya dugaan satu pelaku sudah diamankan belum bisa menjawab. “Belum, kalau sudah dapat pasti langsung kita paparkan,” kata Yemi. Disinggung pelaku berjumlah dua orang dan identitasnya sudah diketahui, Yemi membenark...

Beredar Surat Kapolda Metro Jaya, IPW: Jika Surat Itu Asli, Kapolda Metro Jaya Terlibat Politik Praktis

Gambar
Indonesia Police Watch (IPW) meminta Mabes Polri segera mengusut kebenaran Polda Metro Jaya mengirimkan surat permohonan penundaan sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, Mabes Polri harus segera mengklarifikasi adanya surat dari Kapolda Metro Jaya untuk Pengadilan Negeri Jakarta Utara agar sidang penuntutan kasus Ahok ditunda pelaksanaannya. "Mabes Polri harus mengecek kebenaran surat tersebut, asli atau palsu. Jika asli dan Kapolda Metro benar-benar mengeluarkan surat itu, IPW sangat menyayangkannya. Sebab hal ini bisa dikategorikan sebagai bentuk intervensi Polda Metro Jaya terhadap pengadilan," kata Neta saat dihubungi SINDOnews, Jumat (7/4/2017) Neta menilai, jika Kapolda Metro Jaya benar mengajukan surat tersebut ini bagian dari intervensi dan Kapolda Metro Jaya sudah bisa dikatakan terlibat dalan kepentingan politik praktis, mengingat Ahok adalah cag...

Polisi Lampung Berpose di Depan Lima Jenazah Begal, Fotonya Jadi Viral

Gambar
  Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung menembak lima terduga pelaku begal. "Kita lumpuhkan kelima pelaku begal itu tadi malam, yang beraksi di wilayah hukum kita. Pelaku kita taruh di RS Bhayangkara," kata Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Deden Heksaputra, saat ditemui Tribun Lampung di RS Bhayangkara, Sabtu (1/4/2017) . Kelima pelaku yang diduga begal yang berhasil ditembak polisi dengan timah panas, sebelumnya melawan saat ingin ditangkap. Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Polisi Murbani Pitono dalam ekspose di RS Bhayangkara,, mengatakan, kelima pelaku itu hendak ditangkap pukul 03.00 WIB di Panjang. "Kita hendak menangkap pelaku yang menyerang polisi di daerah Panjang dengan senjata api, kita melumpuhkan mereka dengan senjata api," tuturnya. Sebelumnya, di media sosial beredar foto sejumlah polisi berpakaian sipil yang sedang berpose di depan lima jenazah terduga begal. Kelima terduga begal motor asal Jabung, Lampung Timur itu...

Hakim Cecar Ahok: Apa Hubungannya Budidaya Ikan dengan Al Maidah?

Gambar
Hari ini sidang lanjutan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memasuki sidang ke-17. Agenda sidang kali ini adalah pembuktian dari Jaksa Penuntut Umum dan Penasihat Hukum serta keterangan dari terdakwa.   Saat sesi keterangan dari terdakwa, Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto menanyakan ihwal hubungan antara budidaya ikan kerapu dan surah Al-Maidah ayat 51 dalam pidato Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. "Maksudnya saudara itu apa? ikan dengan Al-Maidah itu apa hubungannya?" tanya Dwiarso kepada Ahok di di Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (4/4). Mendengar pertanyaan hakim, Ahok mengatakan, mengutip surat Al-Maidah lantaran saat dirinya berpidato, seperti tidak mendapatkan tanggapan dari para ibu yang hadir dalam sosialisasi tersebut. Dia merasa ibu-ibu tidak antusias. Padahal, program yang sedang ditawarkan sangatlah menarik.  "Saya sampaikan berkal...

Anggota Polri yang Dituding Mencuri Kacamata Oakley di Bandara Malaysia Mengaku Khilaf

Gambar
Seorang anggota Polri berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) diamankan dan diperiksa otoritas Malaysia. Ia diduga mencuri kacamata sunglasses merk Oakley dari sebuah gerai mal di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Selasa (28/3/2017). Polisi yang belakangan diketahui AKP LAS tersebut mengaku tidak sengaja atau khilaf membawa kacamata seharga 2.109 Ringgit Malaysia atau setara Rp6,3 juta itu. Demikian disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (31/3/2017). "Dia khilaf, enggak sengaja. Karena pertama dia pegang-pegang kacamata di toko, lagi sibuk-sibuk dia pakai di sini (di atas kepala). Lalu dia jalan," beber Rikwanto. Kemudian, pengelola toko sadar bila ada kaca mata yang hilang. "Lalu dilihat dari CCTV dan dicari, oh orangnya (yang mengambil) itu. Akhirnya dicari dan ketemu orangnya," ujarnya. Menurut Rikwanto, oknum anggota Polri tersebut sempat diperiksa petugas Polisi Diraja...

Saksi Ahok Keceplosan, Ngaku Di-briefing Sebelum Bersaksi di Sidang

Gambar
Pelapor dugaan kasus penistaan agama menganggap, saksi ahli agama yang dihadirkan terdakwa dugaan kasus penistaan agama, Basuki T Purnama (Ahok) tak independen karena sebelum dihadirkan sudah di-briefing dahulu untuk menentukan arah kesaksiannya. Salah satu pelapor, Syamsul Hilal mengatakan, saat persidangan berjalan, dia melihat kalau saksi ahli agama dari PBNU KH Ahmad Ishomuddin keceplosan berbicara kalau sebelum sidang dimulai, dia telah di-briefing oleh salah satu kuasa hukum Ahok. "Tadi saksi ahli kedua sempat keceplosan begitu. Padahal, sebagai saksi ahli seharusnya kesaksiannya itu independen, tanpa memihak ke siapapun," ujarnya di Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017). Menurutnya, saat keceplosan itu, saksi kedua menyebutkan, satu hari sebelum sidang ke 15 ini digelar, dia telah di briefing oleh pengacara Ahok. Dia menduga kesaksiannya itu sudah diarahkan oleh kubu terdakwa dugaan kasus penistaan agama. Lebih jauh, dia menerangkan, arti kata auliya dalam sura...

HATI HATI !! INI DIA WAJAH PELAKU SODOMI 17 ANAK DITAPSEL

Gambar
Masih ingat kasus sodomi yang dialami 17 anak di Tapsel? Berkas laporan para korban masuk ke Polres Tapsel pada 3 Maret lalu, sesuai Laporan Polisi nomor:LP/86/III/2017/SU/TAPSEL. Nah, Sabtu (18/3/2017) kemarin pelaku cabul itu diringkus di Medan. Pelaku atas nama Samsul Anwar. Usia 36 tahun bermukim di Desa Janji Manahon, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut). Reskrim Polres Tapsel AKP Jama K Purba mengatakan, usai korban buat laporan ke pihaknya info itu pun tersebar ke Polda Sumut dan jajarannya. Hingga akhirnya, petugas unit Reskrim Polres Tapsel dipimpin Kasat Reskrimnya langsung menemui jejak pelaku di Medan Denai, Kelurahan Tegal Sari Mandala III. Hanya saja, petugas tak mau gegabah. Selama tiga hari pelaku diincar guna memastikan target operasi penangkapan. “Keberadaan korban berada di Medan diketahui lewat akun Facebook-nya. Setelah ditelusuri bahwa pelaku adalah benar yang telah mencabuli 17 korbannya di Tapsel, kemudian kita meringkusny...

Rubby Peggy Hanya Diperbolehkan Bercelana Pendek untuk Shalat, ACTA Lapor ke Komnas HAM

Gambar
Pengacara yang tergabung dalam Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) prihatin terhadap kondisi Rubby Peggy, warga yang diduga sebagai salah seorang pelaku pengeroyokan pendukung calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama-Basuki Saiful Hidayat (Ahok-Djarot). Saat menjenguk Ruby di tahanan Polres Jakarta Barat pada Rabu (15/3), ACTA mendapati Rubby hanya mengenakan celana pendek saat shalat. Dia juga tampak telah dibotaki. Melihat Rubby shalat dengan celana pendek, ACTA langsung melancarkan protes ke Polres Jakarta Barat. Akan tetapi, penyidik mengatakan itu sudah prosedur. "Kami melihat klien kami ini sedang shalat. Namun sempat kami protes. Mereka (Penyidik) mengatakan itu sudah prosedur. Jadi kami protes ketika celana pendek kenapa dipakai untuk shalat. Jadi kami juga telah protes kenapa tidak pakai sarung atau celana panjang," ucap Ali. ACTA menilai tindakan aparat terhadap Rubby telah termasuk kekerasan psikologis. ACTA pun melaporkan hal tersebut kepada Komnas HAM, Jumat (17/3). ...

Brigadir YM Teriak : Saya Tidak Pantas Jadi Polisi, Saya Sampah Masyarakat".

Gambar
Brigadir YM, anggota Kepolisian Resor Dompu, Nusa Tenggara Barat, ini akhirnya menjalani hukuman yang unik,Sabtu (18/3/2017). Ia dihukum, disuruh lari keliling lapangan sambil memikul lonceng seberat 50 kilogram. Tak hanya itu, Ym juga dijemur di bawah terik matahari selama lebih dari satu jam, sekitar pukul 11.00 siang. Tiang bendera tempat ia dijemur berada di tengah lapangan di halaman polres setempat. Hukuman tersebut dijaga langsung oleh Wakil Kepala Polres Komisaris Etek Riawan. Selain itu, YM juga disuruh berteriak menggunakan pengeras suara dengan kalimat "Saya makan gaji buta, saya tidak pantas jadi polisi, saya sampah masyarakat". Teriakan itu diucapkan berulang-ulang yang diperintahkan langsung oleh Wakapolres. Menurut Etek, anggotanya itu dihukum karena tidak masuk kerja lebih dari dua minggu. Ia juga sudah dipanggil namun tidak dihiraukan. "Terpaksa kami perintahkan Provos untuk menjemput paksa di rumahnya," jelas Etek. Ia mengatakan, pelanggaran disipl...

Korban Pengeroyokan Enam Polisi Minta Uang Damai Rp 180 Juta

Gambar
Korban pengeroyokan enam anggota Satuan Sabhara Polda Kepri, Said Ahmad Lutfallah, siap berdamai dengan enam oknum polisi yang menganiayanya. Hanya saja, ia meminta ganti rugi tak sedikit mencapai Rp 180 juta. Menurut Said, angka tersebut sangat wajar bila dibandingkan, nyawanya yang bisa saja hilang saat dipukuli para anggota polisi tersebut. Saat ini kasus itu ditangani Propam Polda Kepri. Keenamnya diproses dan ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan. Keenamnya adalah Bripda AA, Bripda INP, Bripda FAP, Bripda BW dan Bripda BS  Sementara itu saat dihubungi batamnews.co.id, Said mengatakan, hingga saat ini belum ada kata damai dalam kasus tersebut. "Ada pihak keluarga pelaku yang disampaikan kepada penyidik namanya Andi Karo Karo meminta agar kasus pengeroyokan ini berdamai, namun orang tua belum mengiyakan karena masalah ini sudah menyangkut nyawa kami, coba pikirkan kalau saya dan kawan saya seandainya mati atau meninggal akibat dikeroyok, lalu mayat kami dibuang sama mereka,...

Mengaku Titisan Dajjal, Pria Ini Tantang Polisi Tembak Dirinya!

Gambar
Ada-ada saja ulah seseorang yang sedang melakukan tindakan kriminal. Salah satunya adalah dengan mengaku sebagai sosok yang mungkin bisa jadi membuat semua umat muslim merasa kawatir dengan dirinya. Bagaimana tidak, seorang pria mengaku titisan Dajjal dan berupaya merebut senjata api milik anggota polisi yang tengah mengatur lalu lintas. Tepatnya di depan Polsek Pamulang, Jalan Surya Kencana, Pamulang Barat, Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (13/3/2017) pagi. Polisi yang hendak mengatur jalannya lalu lintas tersebut dikagetkan oleh seorang yang hendak melakukan aksi nekat merebut senjata milik polisi tersebut. Peristiwa itu berawal sekira pukul 07.00 WIB. Saat itu salah satu anggota Polsek Pamulang, Aiptu Mulyantoro sedang mengatur kelancaran lalu lintas. Namun tiba-tiba, ada seorang pria yang merebut pistol dipinggangnya. Pria yang diketahui bernama Gatot (41) berhasil diamankan oleh beberapa petugas di lokasi. “Pelaku bernama Gatot, dia berusaha merebut senjata api milik petugas yan...

Kasus E-KTP, Jokowi: Saya Ingin Diproses yang Benar

Gambar
Presiden Joko Widodo menginginkan agar proses hukum kasus dugaan korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dilakukan secara benar. Pria yang akrab disapa Jokowi ini yakin bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja secara profesional dalam mengusut kasus yang merugikan negara sekitar Rp2,3 triliun itu. "Saya ingin ini diproses yang benar dan saya yakin KPK bertindak profesional terhadap kasus ini," ujarnya di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (11/3/2017).  Dirinya mengakui kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP tahun anggaran 2011-2012 itu sebagai masalah besar. "Sebetulnya kalau e-KTP ini jadi dan benar, kita bisa selesaikan banyak sekali masalah, misal urusan paspor tanpa fotokopi KTP, SIM, perbankan, perpajakan, urusan pilkada, semuanya kalau sistem yang kita bangun benar ini sudah rampung."  "Sekarang menjadi bubrah semua gara-gara anggaran dikorup," tambah mantan Gubernur DKI Jakarta ini.  Maka itu, dirinya m...

Pengakuan Mengerikan dari Pelaku Penculikan Anak, Ternyata Para Bocah akan Dijadikan….

Gambar
Sebuah pengakuan mengerikan diungkapkan oleh seorang penculik anak yang berhasil diamankan polisi. Pelaku berjenis kelamin wanita ini diduga melakukan penculikan di depan SD Negeri 1 Karang Jalak, Kelurahan Sunyaragi, Kota Cirebon. Sebelum diamankan, wanita ini melakukan aksinya dengan mendekati anak-anak yang tengah bermain di depan SDN 1 Karang Jalak, Rabu (8/3/2017). Dilansir jawapos.com, kejadian tersebut berlangsung pada pukul 16.20 WIB. Pelaku yang awalnya mendekati anak-anak, kemudian melancarkan aksinya dengan mengikuti salah satu anak. Untungnya, ketika mengikuti anak kecil tersebut, tindakan pelaku diketahui oleh orang tua korban. Melihat gelagat yang cukup mencurigakan, orang tua anak ini pun langsung berteriak. “Culik…. Culik…,” teriaknya. Sontak, teriakan ini mengundang perhatian para warga. Tak lama berselang, para warga berdatangan dan mengejar pelaku hingga berhasil di tangkap. Setelah tertangkap, pengakuan mengejutkan datang dari wanita bernama Susilowati ini. Ia menga...

Gubernur ancam sawah petani di Sumbar diambilalih Koramil

Gambar
Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengharuskan para petani di wilayahnya untuk menanam kembali padi terhitung 15 hari sejak panen, dan jika sampai 30 hari setelah panen tidak ditanam kembali, sawah milik para petani akan diambilalih oleh Koramil bekerja sama dengan UPT Pertanian Kecamatan. "Kami masih berkoordinasi dengan gubernur dan dinas pertanian," kata Kepala Bagian Penerangan Humasprov, Zardi Syahrir, saat diklarifikasi Rimanews perihal surat edaran gubernur itu, hari ini. Dia berjanji akan segera memberikan keterangan resmi tentang beredarnya surat edaran itu. "Nanti kami kirimkan rilis," katanya. Keharusan bagi para petani itu, disampaikan Irwan lewat Surat Edaran bernomor 521.1/1984/Distanhorbun/2017 tanggal 6 Maret 2017, tentang Dukungan Gerakan Percepatan Tanam Padi yang ditujukan kepada seluruh bupati dan walikota di Sumatera Barat, yang beredar di media sosial. Ada beberapa poin yang disebutkan dalam surat edaran Irwan: lahan yang diambilalih pen...

Polwan Bingung Setop Pengendara Saat Operasi Simpatik, Berapa Pelanggarannya ya Guys?

Gambar
Beginilah momen unik saat terjadi operasi simpatik yang digelar serentak oleh pihak kepolisian di seluruh Indonesia, operasi ini tidak terkecuali dilakukan di Papua. Seperti yang diperlihatkan dalam foto yang beredar luas dalam grup media sosial, terlihat tiga orang Papua sedang mengendarai sepeda motor jenis bebek. Tampak seperti di dalam foto mereka menaiki motor Yamaha jenis Jupiter MX sedang dihentikan oleh seorang Polwan.  Ketiga orang Papua tersebut mengendarai motor tanpa mengenakan sehelai pakaian pun dan hanya memakai koteka. Well, maaf untuk bagian sensitif harus di-blur ya guys. Mereka juga membawa busur, panah hingga tombak seakan hendak berperang aja. Humas Polres Demak-Sosok pria berjubah ala Timur Tengah meminta pengendara motor menunjukkan surat kelengkapan berkendara dala Operasi Simpati Candi 2017 dengan tema 'Raja Salman' Razia di Jalan dengan Salam dan Senyuman, di Alun-alun Demak, Jumat (3/3/2017).  Humas Polres Demak-Sosok pria berjubah ala Timur Tengah m...

Polisi Akan Usut Fitnah Tentang Dr Zakir Naik yang Disebarkan Komedian Ernest

Gambar
Polisi memastikan akan memeriksa bentuk hinaan komedian Ernest Prakasa yang telah menyebarkan fitnah pada Dr Zakir Naik mendanai ISIS dan menghina Wakil Presiden Jusuf Kalla. Komedian Ernest disebut-sebut telah menyebarkan fitnah karena menyatakan Dr Zakir Naik telah mendanai ISIS. Bahkan, Ernest disebut telah menghina Wapres Jusuf Kalla lantaran telah menemui Zakir pada Sabtu, 4 Maret kemarin. "JK dgn hangat menjamu Zakir Naik, org yg terang2an mendanai ISIS. Sulit dipahami,” tulis Ernet di akun Twitter-nya @ernestprakasa. Ernest menyatakan, Dai Internasional itu mendanai ISIS berdasarkan berita dari Dailymail yang berjudul “Controversial preacher Zakik Naik’s banned Islamic organisation ‘gave Rs 80,000 to ISIS recruit who planned Republic Day terror attck’ pada 22 November 2016.  “Gw kasih screen capture udah, link berita udah. Klo ga mau percaya ya gapapa. Tp klo blg gw asal njeplak, itu lo bth vocer isi ulang IQ,” cuit Ernest lagi. Menanggapi kasus tersebut, Kabid Humas Polda ...