Postingan

Soal Video Ancaman Iwan Bopeng, Polda Metro: Tunggu Saja Nanti...

Gambar
Saat ini media sosial heboh video ancaman di tempat pemungutan suara yang dilakukan seorang tim sukses Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. Dia adalah Iwan Bopeng yang marah dan mengancam di TPS 27 Kelurahan Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menerangkan, pihaknya memastikan bakal memeriksa Iwan Bopeng yang marah di video itu. "Ya jelas diperiksa. Ya tunggu aja nanti. Kita kan sedang penyelidikan," papar dia, Senin (21/2). Argo belum bisa memastikan, apakah benar Iwan adalah tim sukses pasangan nomor urut dua atau hanya simpatisan saja. "Kita kan belum memeriksa, kita harus sesuai fakta. Kalau memang itu nanti dia orang siapa, pendukung siapa, nanti akan ketahuan setelah diperiksa," sambung Argo. Sebelumnya pria itu tak hanya muncul di satu TPS saja. Argo Yuwono mengatakan, saat ini mereka akan menyelidiki kasus dugaan intimidasi itu. “Nanti kan kita selidiki ya apakah itu unsur pidana atau tida...

Setelah Selebaran, Kini Beredar Foto Spanduk di Masjid Berisi Larangan Mensholatkan Jenazah Pendukung "Penista Agama"

Gambar
Setelah sebelumnya media sosial dihebohkan oleh selebaran yang mengatasnamakan Pengurus Masjid Al-Waqfiyah, Salemba Bluntas, Jakarta Pusat, yang menyatakan tidak melayani permintaan pengurusan jenazah bagi warga yang memilih pemimpin kafir, kini beredar foto-foto spanduk dengan tema yang sama. Tampak dalam foto, spanduk bertuliskan ‘Masjid Ini Tidak Mensholatkan Jenazah Pendukung dan Pembela Penista Agama’ terpampang di salah satu masjid. Belum diketahui pasti di mana lokasi masjid tersebut. Foto spanduk itu pun kemudian viral hanya dalam hitungan jam. Sebagian besar netizen menyayangkan pernyataan yang tertulis di spanduk tersebut. “Ini sdh jelas bertentangan dan politis. Pengikutnya pasti sdng sakit,” tulis akun @Arifngk. “lihat aja dosanya kyk apa tuh pengurus mesjid n orang2 sekitarnya! pasti lgsg diganjar hukuman oleh Tuhan,” tulis akun @sas_via. Dan masih banyak lagi komentar-komentar senada. [ jurnalina ]

Niatnya Mendidik, Tapi Buku Anak Ini Berisi Adegan Masturbasi dengan Guling

Gambar
Buku untuk anak-anak berisi konten yang dianggap vulgar kembali beredar. Bahkan, buku tersebut dijual di sebuah toko buku besar tanpa label ‘Bimbingan Orangtua’. Buku ini memuat cerita tentang seorang anak yang melakukan masturbasi kemudian ditegur oleh sang ibu. Informasi tentang buku ini sempat diunggah oleh akun Facebook Fahd Pahdepie namun dihapus karena masih dalam tahap konfirmasi. Netizen kembali ramai melakukan pro kontra atas isi buku cerita anak tersebut setelah akun @lambe_turah mengunggah foto-foto detail bukunya. Buku cerita anak ini merupakan karangan penulis bernama Fita Chakra dan gambar-gambar yang ada di dalamnya diilustrasikan oleh seseorang bernama Adlina. Di dalam buku ini terdapat dua cerita, cerita yang pertama tentang seorang anak yang akan memiliki adik dan cerita kedua tentang anak yang tengah melakukan masturbasi. Harga buku ini berkisar antara Rp18.000-Rp25.000 dan bisa dibeli di toko buku online termasuk di Bukalapak dan Tokopedia. Namun, berdasarkan pantau...

Ahok: Kalau Terpilih, Saya Jamin, Orang-orang Itu Tak Ada Lagi di DPRD

Gambar
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama seolah tak mau ambil pusing soal adanya empat fraksi di DPRD DKI yang memboikot rapat dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Menurut Basuki, hal itu justru akan merugikan partai-partai tersebut. "Nanti juga dihukum orang pas 2019 kok," ujar Basuki atau Ahok dalam program Mata Najwa, Rabu (22/2/2017). Pada 2019 nanti, akan ada pergelaran pemilihan legislatif. Ahok tidak tahu apakah nantinya dia akan terpilih kembali menjadi gubernur atau tidak. Jika terpilih, dia yakin partai yang fraksinya melakukan aksi boikot tersebut tidak akan dipilih oleh banyak warga pada pemilihan legislatif 2019. "Saya juga enggak tahu 2019 jadi gubernur atau tidak, tetapi kalau saya terpilih nih, dipercaya orang Jakarta, saya jaminlah itu partai, orang-orang itu, enggak ada lagi di DPRD," ujar Ahok. Ahok juga menilai aksi boikot itu tidak berpengaruh besar. Sebab, pembahasan APBD DKI 2017 sudah disahkan dan sudah dijalankan. Adapun empat fra...

Kapolda: "Saya Haji, Punya Pesantren, Ulama Guru Saya".

Gambar
Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan tak terima disebut mengkriminalisasi ulama seperti yang ditudingkan Forum Umat Islam (FUI). Menurut dia, Polda Metro Jaya menangani semua kasus sesuai dengan hukum acara dan undang-undang yang berlaku. Iriawan pun menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. "Kami gak pernah (kriminalisasi), jangan dijustifikasi mengkriminalisasi ulama, nggak boleh loh. Saya agama Islam, saya tuh haji, saya (punya) pesantren, juga ulama guru saya," kata Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/2). Iriawan menjelaskan, proses hukum terhadap Habib Rizieq Shihab, Munarman, dan Ustaz Bachtiar Nasir berdasarkan laporan warga. Jika laporan tersebut tidak ditindaklanjuti, ujar dia, maka akan menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. "Nggak mungkin lah (kriminalisasi ulama), itu dosa buat saya. Itu perbuatan sendiri yang berakibat pada proses hukum, kan gitu. Profesional kami," terang dia.[Sumber : jpnn.com ]

Baru Dua Polisi Jadi Pahlawan Nasional, Apa Tak Ada Polisi Yang Layak?

Gambar
Sejak Indonesia Merdeka, 17 Agustus 1945, hingga kini, 2017, dalam deretan Pahlawan Nasional ditetapkan Pemerintah, baru tercatat dua polisi sebagai pahlawan. Dari dua polisi tersebut, sama sekali tak terdapat nama-nama pernah menjabat sebagai Kepala Polri (Kapolri), orang dianggap berjasa dalam memimpin Kepolisian di masanya. Kedua pahlawan dari Kepolisian tersebut, Ajun Inspektur Dua (Aipda) Karel Satsuit Tubun, pengawal kediaman Wakil Perdana Menteri dr J Leimena dan Bapak Brigade Mobil (Brimob), Komisaris Jenderal Pol Moehammad Jasin.  Sejarahwan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Asvi Warman Adam mengatakan, di Indonen]sia tentara terutama TNI Angkatan Darat (AD) memiliki kesadaran sangat tinggi pentingnya sejarah.  1. Karel Satsuit Tubun  Karel Satsuit Tubun ketika itu tewas ditembak pasukan penculik para jenderal dalam peristiwa Gerakan 30 September (Gestapu) 1965. Pasukan yang tergabung dalam Resimen Tjakrabirawa mendatangi kediaman Menteri Panglima Angkat...

PLN buka banyak lowongan kerja, tes dilakukan di 7 kota

Gambar
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membuka rekrutmen pegawai jenjang S1, D-IV, dan D-III di Career Days Universitas Gajah Mada (UGM) ke-21. Pada acara yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) tanggal 25 26 Februari 2017 ini, PLN sekaligus akan melaunching sistem rekrutmen baru, yakni sistem Member Online melalui Aplikasi berbasis Web. Aplikasi ini memungkinkan siapapun untuk melihat tentang rekrutmen PLN dan lowongan yang dibuka. Dengan aplikasi ini, pelamar baik yang ada di Yogya maupun di luar tidak diharuskan hadir dan menyetorkan berkas lamaran seperti sebelumnya. Pelamar cukup masuk ke aplikasi dan mendaftar sebagai member dengan menyiapkan soft copy KTP, ijazah, transkrip akademik, akte kelahiran, dan sertifikasi kemampuan Bahasa Inggris (TOEFL ITP, TOEFL IBT, TOEFL prediction, TOEIC dan IELTS). "Aplikasi ini dibuat untuk mempermudah peserta dalam mendaftar dan memantau hasil tes mereka dimanapun dan kapanpun. Sementara dari sisi PLN, aplikasi ini meningkatkan pengelolaan...